Minggu, 30 Juni 2019

Tugas 4



Strategi, Tips, dan Trik Menjawab Tes TOEFL Reading Comprehension


Reading Comprehension terdiri dari empat sampai 6 teks/bacaan kira-kira 200 sampai dengan 450 kata. Setiap teks biasanya diikuti oleh 7 sampai 12 pertanyaan. Jumlah soal untuk Reading Comprehension adalah 50 soal. Topik bacaan biasanya berkaitan dengan masalah-masalah akademik, terutama textbook mengenai: biologi, geografi, fisika, sejarah Amerika, biografi, ekonomi, ilmu-ilmu sosial dan seni.
Materi yang diujikan dalam tes reading memiliki pola-pola dan standar tertentu. Anda diminta untuk mengetahui tema bacaan, menentukan main idea, mengetahui arti dari kosakata tertentu, mengetahui informasi tertentu, melakukan penyimpulan, melakukan identifikasi atas pengecualian-pengecualian, dan mengetahui rujukan dari pronoun tertentu.
Tema bacaan yang diujikan pada bagian Reading Comprehension sangat bervariasi, tetapi secara umum bacaan tersebut memiliki tema-tema tertentu seperti perkuliahan, bahasan akademik yang diajarkan di universitas Amerika Serikat, seperti seni, geologi, biologi, kesehatan, astronomi, geografi, antropologi, sosiologi, sistern pendidikan, sejarah, sastra, arsitektur, dan lain-lain.
Beberapa strategi yang bisa Anda gunakan dalam mengerjakan soal-soal bacaan sebagai berikut:
  1. Teks bacaan tidak perlu dibaca semua (dari awal hingga akhir). Hal ini hanya akan membuang-buang waktu.
  2. Bacalah pertanyaannya dahulu dan pahami maksudnya kemudian baru cari Jawabnya di dalam teks.
  3. Jangan berpikir terlalu lama pada kata atau frasa yang Anda sendiri tidak tahu maksudnya. Cobalah menebak, maksudnya sebab waktu Anda sangat pendek.
  4. Identifikasi kata benda dan kata kerja yang penting.
  5. Bacalah sekilas, amati kalimat pertama masing-masing paragraf.
  6. Bacalah teks dengan cermat, tandai poin-poin utama, nama-nama, definisi, simpulan, tempat, dan angka-angka.
  7. Jawablah pertanyaan, tetapi jangan terlalu lama pada satu pertanyaan. 
  8. Anda harus mengisi semua jawaban. Jika harus menebak jawaban, pilihlah jawaban B atau C. Ingat, jawaban yang salah tidak akan mengurangi nilai Anda.
Jenis Pertanyaan
Menjawab pertanyaan bagian Reading Comprehension, dapat dipersiapkan dengan memahami berbagai jenis pertanyaan.
Berikut ini adalah berbagai tipe pertanyaan yang sering muncul di TOEFL :
1. Pertanyaan tentang Topik atau Tema
Topik utama merupakan subjek utama bacaan, tentang apa bacaan itu. Topik atau tema bisa berupa: inti isi tulisan (the text is about) atau judul tulisan (title). Topik merupakan salah satu item yang hampir bisa dipastikan keluar pada setiap tes TOEFL.
Contoh pertanyaan topik:
  1. What is the main topic of this passage? (Apa topik utama bacaan ini?)
  2. The text is mainly talking about? (Bacaan ini terutama sedang membicarakan tentang)
  3. The passage is about? (Bacaan ini mengenai.)
TIPS
Untuk mengetahui topik sebuah bacaan Anda tidak perlu membaca secara detail dan mendalam, yang perlu Anda lakukan sebagai berikut :
  • Membaca kalimat pertama dan terakhir pada tiap-tiap paragraf bacaan.
  • Temukan kata kunci (keyword) yang selalu diulang-ulang baik pada bagian awal, tengah, atau akhir terutama bagian simpulan.
  • Kata kunci (keyword) ini dapat berupa sinonim atau kata yang sama artinya.
  • Jika pertanyaan mengenai suatu topik, maka Jawabnya berupa satu kata atau bentuk frasa (kelompok kata).
2. Pertanyaan tentang Gagasan Utama (Main Idea)
Main idea adalah pokok pikiran dari sebuah paragraf yang memuat keterangan, penjelasan, uraian atau pendapat dari si penulis tentang topik (pokok bahasan). Gagasan utama merupakan penjelasan untuk judul dari topik, menjelaskan dari sudut pandang si penulis. Gagasan utama merupakan penjelasan topik, maka akan lebih panjang dan berupa kalimat lengkap.
Contoh gagasan utama (main idea):
  1. What is the main idea of this passage? (Apa gagasan utama bacaan ini?)
  2. What is the text talking about? (Teks ini menceritakan apa?)
  3. The main idea of this passage is… (Gagasan utama daripada bacaan ini adalah…)
  4. What’s the author main idea of paragraph 2? (Apa ide utama paragraf 2 menurut pengarang?)
TIPS
Untuk mencari gagasan utama, yang perlu Anda lakukan sebagai berikut :
  • Cari dulu topik/tema dari paragraf pertama.
  • Perhatikan kata-kata/frasa dalam mengembangkan topik.
  • Perhatikan simpulan dari paragraf tersebut yang akan mengungkapkan main idea-nya.
  • Main idea dari sebuah bacaan biasanya terdapat pada dua kalimat pertama.
  • Jika pertanyaan tentang main idea atau pokok pikiran, jawabnya berupa kalimat lengkap (complete sentense), yaitu terdiri dari subjek dan predikat.
3. Pertanyaan tentang Judul (Title)
Untuk menjawab pertanyaan jenis ini, bacalah paragraf satu, atau beberapa paragraf awal. Judul biasanya berupa kata, frasa, atau kalimat sangat pendek.
Contoh pertanyaan judul:
  1. What is the best title of the passage? (Apa judul yang paling tepat/terbaik untuk bacaan ini?)
  2. What will be the most suitable title for the passage? (Apa judul yang paling tepat/sesuai untuk bacaan ini?)
4. Pertanyaan tentang Tujuan (Purpose, Aim)
Tujuan merupakan alasan utama menulis bacaan itu. Tujuan ini dapat ditemukan pada paragraf pertama atau kedua. Biasanya berhubungan erat dengan main idea.
Contoh pertanyaan main idea:
  1. What is the purpose of the text? (Apa tujuan/maksud bacaan ini?)
  2. What is the aim of the passage? (Apa tujuan bacaan ini?)
5. Pertanyaan tentang Informasi Detail (Detailed Information)
Salah satu bagian penting dalam Reading Comprehension adalah menjawab tentang detail. Pertanyaan ini menanyakan fakta-fakta yang terdapat dalam bacaan mengenai : Who, What, Where, When, How. Sebagian besar pertanyaan pada bagian pemahaman bacaan termasuk dalam kategori tipe pertanyaan detail. Tipe pertanyaan ini bertanya mengenai sebagian kecil dari bacaan, bukan bacaan secara menyeluruh dan sekaligus bertanya mengenai informasi tersurat yang diungkapkan dalam bacaan.
TIPS
  • Pertanyaan macam ini menyangkut rincian atau detail yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dalam bagian.
  • Jawaban atas tipe pertanyaan ini pada umumnya dapat langsung ditemukan dalam bacaan.
  • Jawaban atas pertanyaan macam ini umumnya diberikan secara berurutan dalam bacaan.
  • Dalam banyak hal, pertanyaan detail menuntut Anda untuk memilih jawaban yang merupakan parafrasa, atau pengungkapan ulang intonasi yang sama dengan kata-kata yang berbeda, dan fakta yang terdapat dalam bacaan. Suatu parafrasa menyampaikan makna yang sama, tetapi sedikit berbeda dalam pemakaian kosakata maupun tata bahasa.
Bentuk-bentuk berikut dapat digunakan untuk mengawali pertanyaan detail.
  1. According to the passage… (Menurut bagian itu…)
  2. It is indicated that… (Hal ini menunjukkan bahwa …)
  3. It is stated… (Hal ini dinyatakan …)
  4. All of the following are mentioned EXCEPT… (Semua yang disebutkan berikut KECUALI…)
  5. Which of the following is NOT supported by… (Mana dari berikut ini TIDAK didukung oleh…)
6. Pertanyaan temang Simpulan (Conclusion)
Kesimpulan merupakan rangkuman dari bacaan. kesimpulan terletak pada bagian akhir bacaan.
Contoh pertanyaan simpulan:
  1. It can be concluded that… (Dapat disimpulkan bahwa…)
  2. What is the conclusion ofthis text? (Apa simpulan dari bacaan ini?)
  3. We can conclude that… (Kita dapat menyimpulkan bahwa …)
  4. It can be inferred that (Dapat disimpulkan bahwa…)
  5. What can be inferred from the passage? (Apa yang bisa disimpulkan dari bacaan itu?)
7. Pertanyaan tentang Rujukan Kata (Reference)
Kata-kata pronouns seperti: he-him-his-himself, she-her-hers-herself, dan sebagainya, digunakan oleh penulis untuk mengganti kata benda yang baru saja disebutkan sehingga tidak harus mengganti dengan kata benda yang sama. Penulis cukup menggunakan reference.
Kata acuan seringkali, tetapi tidak selalu, berupa pronomina atau pronouns. Kata ini dapat mengacu pada satu nomina (noun) atau satu frasa nomina (noun phrase) yang tersusun dari beberapa kata.

Sumber :

https://www.pustakabahasainggris.com/strategi-tips-dan-trik-menjawab-tes-toefl-reading-comprehension/

Minggu, 05 Mei 2019

Tugas 3

1.   Pastikan Kesesuaian Kalimat yang Memiliki Subject dan Verb
Anda tahu bahwa kalimat dalam bahasa Inggris harus memiliki subjek (subject) dan kata kerja (verb). Jenis yang paling umum dalam pertanyaan STRUCTURE TOEFL Test ialah mengenai subject dan verb: mungkin kata yang dikosongkan, baik subject atau verb atau keduanya, atau mungkin kata yang memiliki subject tambahan atau verb tambahan. Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan beberapa contoh berikut.
Contoh 1:
_________ was backed up for miles on the freeway.
    (A)      Yesterday
    (B)      In the morning
    (C)      Traffic
    (D)      Cars
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dalam contoh di atas Anda melihat langsung bahwa ada sebuah kata kerja (verb), tapi tidak ada subjek. Jawaban (C) adalah jawaban yang tepat karena mengandung subjek tunggal "traffic" dan sesuai dengan kata kerja tunggal "was". Jawaban (A), "yesterday", dan jawaban (B), "in the morning", bukanlah subjek, karenanya keduanya tidak benar. Meskipun jawaban (D), "cars", bisa jadi subjek, itu pun tidak benar. Karena "cars" berbentuk jamak, sehingga tidak sesuai dengan kata kerja tunggal "was".

2.   Perhatikan Betul Objek (Object) dari Kata Depan (Preposition)
Preposisi selalu diikuti kata benda (noun), bukan kata kerja (verb). Kata benda tersebut berlaku sebagai objek. Kata benda ini dapat berupa noun (kata benda), proper noun (nama), pronoun (kata ganti), noun group/noun phrase (kelompok kata kerja), dan gerund (kata kerja yang dibendakan).  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan penjelasan berikut. Preposisi yang diikuti kata benda tersebut, seperti as, in, at, of, to, by, behind, on, dan sebagainya, untuk membentuk frase preposisional.
Perhatikan kalimat berikut :
(After his exams) Tom will take a trip (by boat).
Kalimat di atas mengandung dua objek preposisi. Exams (ujian) adalah objek dari preposisi after. Sedangkan boot (perahu) adalah objek preposisi by.
Sebuah objek dari preposisi juga dapat menimbulkan kebingungan dalam pertanyaan tes TOEFL STRUCTURE. Sebab, bisa saja Anda mengira objek tersebut sebagai subjek dalam sebuah kalimat.
Perhatikan contoh berikut :
    With his friend________ found the movie theater
    (A)    has
    (B)    he
    (C)    later
    (D)    when
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dalam contoh ini, yang pertama kali harus Anda lihat adalah subject dan kata kerja (verb). Tampak bahwa found sebagai kata kerja, tapi tidak ditemukan adanya subjek. Jangan berpikir bahwa friend adalah subjek, namun friend adalah objek dari preposisi with. Sebab, satu kata benda tidak bisa menjadi subjek dan obyek sekaligus secara bersamaan. Karena yang dibutuhkan dalam pertanyaan di atas adalah mencari subjek, maka jawaban (B), he, adalah jawaban terbaik. Sedangkan (A), (C), dan (D) bukan jawaban yang benar, karena ketiganya tidak bisa menjadi subjek.

3.   Hati-Hati Terhadap Appositive
Peserta tes TOEFL dapat terjebak oleh pertanyaan kalimat "appositive" dalam Structure and Written Expression TOEFL Test. Pasalnya, kita bisa saja keliru menentukan subjek dalam kalimat appositive. Appositive merupakan kata benda (noun) yang datang sebelum atau sesudah kata benda lain, namun memiliki keterikatan sebagai status yang sama.  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan kalimat berikut.
Sally, the best student in the class, got an A on the exam.
(Sally, siswa terbaik di kelas, mendapat nilai A pada ujian)
Dalam kalimat di atas, Sally sebagai subjek. Sedangkan, the best student in the class adalah sebagai frase appositive. Sebab, student adalah kata benda (noun) dan dipisahkan oleh tanda koma. Kalimat di atas menunjukkan bahwa Sally dan the best student in the class adalah orang yang sama (Sally = student). Jika kita membuang kalimat appositivenya, akan jadi "Sally got an A on the exam" (Sally mendapat nilai A dalam ujian).
Perhatikan contoh berikut ini, bagaimana sebuah appositive dapat membingungkan dalam menentukan subjek pada pertanyaan Structure pada tes TOEFL.
Contoh 1:
 _________, George, is attending the lecture.
    (A)    Right now
    (B)    Happily
    (C)    Because of the time
    (D)    My friend
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dalam contoh di atas, Anda harus mengenali dari koma bahwa George bukan subjek kalimat. George adalah appositive. Karena kalimat ini masih perlu subjek. Maka, jawabannya yang tepat adalah (D), My friend. Sedangkan, Jawaban (A), (B), dan (C) tidak benar karena ketiganya tidak dapat menjadi subjek.

4.   Hati-Hati Terhadap Present Participle
Present participle adalah bentuk -ing dari kata kerja (seperti: playing, talking). Dalam pertanyaan Structure pada tes TOEFL, present participle dapat membingungkan Anda. Sebab, bisa saja berupa bagian dari kata kerja (verb)atau kata sifat (adjective).  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan dua hal berikut.
A. Kata Kerja (Verb)
Ia dapat menjadi kata kerja ketika didahului oleh verb be/to be.
                                
The man is talking to his friend.
(Pria itu sedang berbicara dengan temannya)
Dalam kalimat ini talking adalah bagian dari kata kerja karena disertai dengan is.
B. Kata Sifat (Adjective)
Present participle dapat menjadi kata sifat apabila tidak disertai dengan beberapa bentuk kata kerja be/to be.

The woman working as an english teacher is very beautiful                                 
(Wanita yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris tersebut sangat cantik.)
Dalam kalimat di atas, working adalah kata sifat dan bukan bagian dari kata kerja, karena tidak disertai dengan bentuk be/to be.
Perhatikan contoh berikut ini, bagaimana present participle ini dapat membingungkan peserta dalam pertanyaan Structure pada tes TOEFL.
The child_________  playing in the yard is my son.
    (A)    now
    (B)    is
    (C)    he
    (D)    was
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dalam contoh ini, jika Anda melihat selintas dari awal kalimat, tampak bahwa child adalah subjek dan playing merupakan kata kerja. Jika Anda berpikir bahwa playing merupakan bagian dari kata kerja, Anda kemungkinan memilih jawaban (B), is, atau jawaban (D), was, untuk menyempurnakan kata kerja. Padahal, kedua jawaban tersebut tidak benar, karena playing bukan bagian dari kata kerja. Anda harus menyadari bahwa playing adalah participle adjective, karena ada verb lain dalam kalimat ini, yaitu is. Maka, dalam kalimat ini, sudah ada subjek (child) dan kata kerja (is), jadi kalimat ini tidak membutuhkan subjek atau kata kerja lainnya. Karenanya, jawaban yang tepat ialah (A).

5.   Hati-Hati Terhadap Past Participle
Past participle dapat menyebabkan kebingungan dalam struktur pertanyaan pada tes TOEFL karena past participle dapat berupa kata sifat atau bagian dari kata kerja. Past participle adalah bentuk kata kerja (verb) yang muncul/didahului be (am, is, are, was, were) dan have (have, has, had). Biasanya, pembentukannya diakhiri -ed (offered, listed, suspected, etc.) , tetapi ada juga banyak past participle tak beraturan dalam bahasa Inggris (lihat daftarnya dalam Appendix software Genius TOEFL).  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan dua point berikut.
A. Verb
The family has purchased a television. (Keluarga itu telah membeli sebuah televisi)
The poem was written by Paul. (Puisi itu  telah ditulis oleh Paul)
Pada kalimat pertama bentuk past participle "purchased" merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh have (has).  Sementara yang kedua, past participle "written" juga merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh be (was).
B. Adjective
Past participle dapat menjadi kata sifat apabila tidak disertai/didahului bentuk be atau have.
The television purchased yesterday was expensive. (Televisi yang dibeli kemarin mahal)
The poem written by Paul appeared in the magazine. (Puisi yang ditulis oleh Paul mucul di majalah)
Dalam kalimat pertama, purchased adalah adjective, bukan verb, karena tidak disertai bentuk be atau have (dan ada sebuah verb, "was", dalam kalimat berikutnya). Dalam kalimat kedua, written adalah adjective, bukan verb, karena tidak disertai bentuk be atau have (dan ada sebuah kata kerja, "appeared",  dalam kalimat berikutnya).
Perhatikan contoh berikut ini, bagaimana past participle dapat membingungkan peserta dalam pertanyaan Structure pada tes TOEFL.
The bread _________ baked this morning smelled delicious.
                 (A)    has
                 (B)    was
                 (C)    it
                 (D)    just
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dalam contoh di atas, jika melihat beberapa kata pertama dari kalimat, tampak bahwa bread adalah subyek dan baked sebagai kata kerja lengkap atau past participle yang membutuhkan kata kerja pembantu. Padahal, jika dilihat lagi dalam kalimat, Anda akan melihat kata kerja smelled. Anda kemudian akan menyadari bahwa baked adalah kata sifat participial (adjective participial), sehingga ia bukanlah bagian dari kata kerja. Karenanya, jawaban (A) dan (B) tidak benar, sebab baked adalah kata sifat dan tidak membutuhkan kata kerja pembantu seperti has atau was. Jawaban (C) tidak benar karena tidak membutuhkan untuk subjek it. Jawaban (D) adalah jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini. The bread just baked this morning smelled delicious. (Roti yang dibakar pagi ini tercium nikmat).

6.   Gunakan Kata Penghubung (Coordinate Connector) dengan Benar
Banyak kalimat dalam bahasa Inggris mempunyai lebih dari 1 klausa (clause):
    1.    I am learning.
    2.    Mom is cooking, and dad is working in the garden.
    3.    The girl who is looking at me is my neighbour.
Kalimat no 1, hanya mempunyai 1 klausa. Sementara kalimat no 2, pada kalimat terakhir mempunyai 2 klausa, yaitu "mom is cooking" dan "dad is working in the garden". Sedangkan no 3, ada 2 klausa, yaitu "the girl is my neighbor" dan "who is looking at me".
Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa klausa merupakan bagian dari kalimat atau kalimat itu sendiri yang mempunyai satu subjek dan satu verb. Umumnya diartikan bahwa klausa itu merupakan sekumpulan kata yang berisi sebuah subjek dan sebuah verb.
Pada kunci ini akan dipelajari mengenai bentuk-bentuk kata penghubung (coordinate connector) serta penggunaannya dalam kalimat. Coordinate connector digunakan untuk  menghubungkan antara satu klausa dengan klausa lain yang menggunakan and, but, or, so, yet, dan tanda koma (,). Perhatikan kata yang digaris bawahi pada contoh berikut :
  • Tom is singing, and Paul is dancing.  (Tom sedang bernyanyi, dan Paul sedang menari).
  • Tom is tall, but Paul is short.  (Tom itu tinggi, tapi Paul itu pendek).
  • Tom must write the letter, or Paul will do it.  (Tom harus menulis surat, atau paul yang akan melakukannya).
  • Tom told a joke, so Paul laughed.  (Tom menceritakan lelucon, maka Paul tertawa).
  • Tom is tired, yet he is not going to sleep.  (Tom lelah, dia belum juga berangkat tidur).
Perhatikan contoh soal Structure dalam tes TOEFL berikut ini :
A power failure occured, _______ the lamps went out.  (Terjadi gangguan tenaga (listrik), maka lampu mati.)
    (A)   then
    (B)   so
    (C)   later
    (C)   next
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dari kalimat di atas dapat kita ketahui bahwa kalimat tersebut mempunyai dua klausa "a power failure occured" dan "the lamps went out". Jadi kalimat tersebut butuh sebuah coordinate connector untuk menghubungkan ke dua klausa tersebut. Dari pilihan jawaban yang ada hanya 1 bentuk connector yaitu so. Jadi jawaban paling tepat adalah (B), so.

7.   Gunakan Kata Penghubung Keterangan Waktu dan Penyebab dengan Benar
Kalimat yang menggunakan klausa dari klausa keterangan waktu mempunyai 2 pola dasar :
I will sign the check before you leave. (Saya akan menandatangani cek sebelum kamu pergi)
Before you leave, I will sign the check. (Sebelum kamu pergi, saya akan menandatangani cek)
Tiap contoh di atas, terdapat 2 klausa: "you leave" dan "I will sign the check". Dari kedua klausa tersebut, sebagai klausa keterangan waktu (adverb time clause)-nya yaitu "you leave", karena didahului kata penghubung keterangan waktu (adverb time connector) "before". Dalam pola ini, ketika adverb time connector berada di depan kalimat,  diperlukan tanda koma (,) di tengah kalimat.
Contoh di bawah ini menggambarkan bagaimana pola kalimat ini dijadikan sebagai soal dalam test Structure TOEFL.
______ was late, I missed the appointment.  (______terlambat, saya kehilangan janji)
    (A)    I
    (B)    Because
    (C)    The train
    (D)    Since he
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dari kalimat di atas dapat kita ketahui bahwa kalimat tersebut mempunyai kata kerja/verb was yang membutuhkan subjek. Juga terdapat klausa yang lain I missed the appointment. Jika memilih jawaban (A) I atau (C) The train maka jawaban Anda tidak tepat, karena hanya menyediakan subjek untuk kata kerja was, sementara connector untuk kedua klausa tersebut Anda abaikan. Untuk jawaban (B) because, hanya menyediakan connector, sehingga bukan jawaban tepat. Jawaban paling memungkinkan yaitu (D) Since he (sejak dia). He sebagai subjek dari verb was: he was late dan since sebagai connector yang menghubungkan dua klausa he was late dan I miss the appointment.


Sumber : http://www.geniustoefl.com

Rabu, 03 April 2019

Tugas 2

Tes TOEFL Listening Comprehension Section bertujuan menguji kemampuan Anda dalam memahami bahasa lisan. Akan tetapi, untuk bisa memahami bahasa lisan tersebut, di samping harus membiasakan diri mendengarkan bahasa Inggris lisan, Anda harus memiiiki pengetahuan struktur bahasa (tata bahasa) Inggris yang memadai. Semua kalimat dalam bagian ini menggunakan kalimat yang grammatically correct (benar menurut tata bahasa) dan biasanya dalam bentuk kalimat lengkap. Semua kalimat tersebut diucapkan dalam percakapan bahasa Inggris. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan soal tes TOEFL Listening Comprehension dengan baik, Anda dituntut memiiiki kemampuan untuk :
1.      Memahami tekanan dan nada,
2.      Memahami perbedaan bunyi,
3.      Memahami idiom dalam bahasa Inggris,
4.      Memahami ungkapan-ungkapan percakapan,
5.      Memahami kelompok atau frasa kata kerja,
6.      Menemukan informasi yang tersirat (tak dinyatakan secara jelas),
7.      Memahami perbandingan, dan
8.      Memahami makna/isi percakapan atau pembicaraan.
TIPS DAN TRIK MENJAWAB SOAL LISTENING COMPEHENSION
1. Pahami bentuk-bentuk petunjuk (direction) pada masing-masing bagian (part) dengan baik sebelum hari-H ujian.
2.  Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narator sedang membacakan perintah dan contoh soal (example).
3.  Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan fokuskan perhatian Anda pada percakapan yang sedang Anda dengarkan.
4.  Maksimalkan kemampuan listening Anda pada soal-soal pertama pada masing-masing bagian.
JENIS PERTANYAAN SOAL TES TOEFL LISTENING COMPRHEHENSION 
Anda sangat perlu memahami berbagai bentuk pertanyaan tes TOEFL Listening Comprehension, seperti :
1.  Soal yang menanyakan Pikiran Utama (Main Idea)
     - What is the main idea of this talk? (Apa pikiran utama dari percakapan ini?)
     - What are they talking about? (Apa yang sedang mereka bicarakan?)
2.  Soal yang menanyakan Topik Pembicaraan
     - What is the text about? (Tentang apa teks tersebut?)
     - What is the talk about? (Tentang apa percakapan tersebut?)
     - What does the text talk about? (Teks tersebut membicarakan tentang apa?)
     - What is the topic of this talk? (Apa topik dari percakapan ini?)
3.  Soal yang menanyakan Kesimpulan (Conclusion/Inference)
     - What can we infer from the talk? (Apa yang bisa kita simpulkan dari pembicaraan tersebut?)
     - What is the conclusion of this meeting? (Apa kesimpulan dari pertemuan ini?)
4.  Soal yang menanyakan Informasi yang detail (Detailed Information) mengenai Siapa (Who), Apa (What), Di mana (Where), Kapan (When), dan Bagaimana (How).
    - Where did it happen? (Di mana terjadinya?)
    - When was this virus invented? (Kapan virus ini ditemukan?)
    - How could the explorer obtained the location? (Bagaimana penjelajah mendapatkan lokasi itu?)
    - Who is invited to the party? (Siapa yang diundang ke pesta itu?)
    - What time did the meeting begin ? (Jam berapa pertemuan itu dimulai?)
5.  Soal yang menanyakan Saran (Suggestion/Advice)
    - What does the woman suggest? (Apa yang wanita tersebut sarankan?)
    - What should the man do? (Apa yang seharusnya laki-laki itu kerjakan?)
6.  Soal yang menanyakan implikasi (Implication)
    - What does this statement imply? (Apa implikasi dari pernyataan ini?)
7.  Soal yang menanyakan Tujuan (Purpose)
    - What is the purpose of the talk? (Apa tujuan dari percakapan tersebut?)
8.  Soal yang menanyakan Judul (Title)
    - What is the best title of the talk? (Apa judul yang terbaik untuk percakapan tersebut?)
9.  Soal yang menanyakan tentang Sikap/Pandangan Pembicara (Speaker's View), apakah puas (satisfied) sedih (sad), bahagia (happy), kritis (critical), dan sebagainya, misalnya:
    - What's the speaker's impression about the event? (Bagaimana kesan pembicara tentang acara itu?)
    - What does the speaker's feel about it? (Apa yang pembicara rasakan tentang ini?)
10.  Soal yang menanyakan tentang Peserta Ceramah (Audience)
    - Who is the speech addressing to? (Ditujukan kepada siapa pidato itu?)
    - Whom is the speaker talk to? (Kepada siapa pembicara itu berbicara?)

STRUKTUR SOAL TES TOEFL LISTENING COMPREHENSION

Soal Tes TOEFL Listening Comprehension Section terdiri dari tiga bagian dengan 50 pertanyaan.
1.    Bagian A (Part A) terdiri dari 30 pertanyaan.
2.    Bagian B (Part B) terdiri dari tujuh sampai delapan pertanyaan.
3.    Bagian C (Part C) terdiri dari 11 sampai 13 pertanyaan.
Untuk menjawab 50 soal tersebut, Anda diberi waktu antara 35-40 menit. Jadi, Anda memiliki waktu antara 12-15 detik untuk menjawab 1 soal. Semua soal akan diperdengarkan melalui tape dan tidak ada headphone, melainkan menggunakan speaker (pengeras suara) yang telah dipersiapan untuk tes TOEFL. Pembicara dalam tape menggunakan pengucapan dan ekspresi American English yang ucapan maupun ekspresinya agak berbeda dengan British English. Anda perlu sekali memahami perbedaannya, terutama cara pengucapannya. Pengetahuan yang cukup mengenai perbedaan bahasa Inggris British dan bahasa Inggris Amerika khususnya dalam hal pronunciation (pengucapan) akan sangat mendukung kemampuan Anda dalam mengerjakan tes Listening Comprehension.

Part A

Pada Part A, Anda akan mendengar sekitar 30 percakapan pendek (short conversation/dialog) antara dua orang dan setiap satu percakapan akan diikuti oleh satu pertanyaan. Rata-rata satu pembicara hanya berbicara satu kali. Ketika Anda mendengarkan percakapan, Anda harus memperhatikan dengan cermat ungkapan yang diucapkan oleh pembicara kedua, karena biasanya kata kunci untuk menjawab berada pada kalimat yang diucapkan oleh pembicara kedua. Pembicara kedua biasanya akan memberikan informasi penting yang membuat Anda bisa menjawab pertanyaan. Setelah satu percakapan selesai Anda akan mendengar sebuah pertanyaan. Empat pilihan jawaban sudah tersedia dalam lembar soal. Semua jawaban disusun secara gramatikal, dan tampaknya semua benar. Namun sebenarnya HANYA ADA SATU jawaban yang benar. Anda iya diberi waktu 10 sampai 12 detik untuk menjawab setiap soalnya.

TIPS DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART A

  1. Fokuskan pendengaran Anda pada orang kedua.
  2. Jangan panik jika tidak bisa memahami kata demi kata dalam percakapan secara komplit. Anda hanya perlu menangkap ide atau isi percakapan.
  3. Bila anda sama sekali tidak bisa memahami apa yang dibicarakan pembicara kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang Anda dengar.
  4. Pahami bentuk-bentuk functional expression seperti agreement (persetujuan), uncertainty (ketidakpastian), suggestion (saran), surprise (keterkejutan), idiomatic expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.

PART B

Pada Part B, Anda akan mendengar sebuah percakapan panjang (long conversation/dialogue) antara dua orang dan setiap satu percakapan panjang akan diikuti oleh beberapa pertanyaan.

TIPS DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART B

  1. Ketika narator membacakan petunjuk untuk Part B Anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memperkirakan tema apa yang akan menjadi perbincangan.
  2. Ketika menyimak conversation, Anda harus mengetahui tema/topik yang dibicarakan.
  3. Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan.
  4. Cermati kondisi dan situasi yang terjadi seiama percakapan berlangsung, yakni menyangkut tempat dan waktu pembicaraan, apa dan siapa yang dibicarakan.
Teks lisan setiap percakapan panjang terdiri atas 140 s.d. 290 kata dan berlangsung sekitar 40 sampai 80 detik. Topiknya bersifat lebih akademis bila dibandingkan dengan Part A dan materinya berbicara seputar sejarah, ilmu pengetahuan atau organisasi universitas, dan kadang-kadang Anda perlu memperhatikan informasi yang berKaitan dengan angka-angka yang terdapat dalam percakapan ini. Di sini, Anda memiliki waktu kira-kira 12 detik untuk menjawab beberapa pertanyaan dalam satu percakapan panjang.
Setelah percakapan panjang selesai, Anda akan mendengar beberapa pertanyaan yang diucapkan sekali. 

 PART C

Pada Part C, Anda akan mendengarkan ceramah pendek (a short lecture/talk) dan setiap satu mah pendek akan diikuti oleh beberapa pertanyaan. Biasanya setelah kuliah atau ceramah Jek, Anda akan mendengar 3 (tiga) sampai 7 (tujuh) pertanyaan.
TIPS DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART C
  1. Bila Anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya.
  2. Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya.
  3. Fokuskan pendengaran Anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5WH (what, who, when, where, why, dan how).
  4. Buatlah kesimpulan/inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.
Bila Anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya. Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya. Fokuskan pendengaran Anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5W (what, who, when, where, why) dan How. Buatlah kesimpulan/inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.
Teks lisan setiap ceramah terdiri atas 140 sampai 290 kata dan berlangsung sekitar 40 sampai 80 detik.Topiknya bersifat lebih akademis bila dibandingkan dengan Part A dan materinya berbicara tar sejarah, ilmu pengetahuan, atau organisasi universitas, dan kadang-kadang Anda perlu perhatikan informasi yang berkaitan dengan angka-angka yang terdapat dalam percakapan/kuliah ini. Di sini, Anda memiliki waktu kira-kira 12 detik untuk menjawab beberapa pertanyaan satu ceramah.

Sumber :
http://www.geniustoefl.com/artikel-ilmu-kunci-toefl/artikel/listening-comprehension/tips-belajar-soal-tes-toefl-listening-comprehension

Selasa, 19 Maret 2019

Tugas 1


Pengertian TOEFL

TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. TOEFL merupakan test proficiency yang digunakan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris seseorang tanpa dikaitkan secara langsung dengan proses belajar mengajar. TOEFL berbeda dengan achievement test, yaitu tes yang lingkup ujinya terbatas pada bahan yang telah dipelajari siswa dalam satu kelas Bahasa Inggris. TOEFL mencakup empat aspek yaitu (1) Listening Comprehension, (2) Structure and Written Expression, (3) Reading Comprehension, dan (4) Test of Written English (TWE).
Ada tiga macam tes TOEFL yaitu International TOEFL test, Institutional TOEFL test, dan TOEFL Like-Test. Perbedaannya adalah bahwa soal International TOEFL baru dalam setiap pelaksanaan tes. Sedangkan soal institutional test dan TOEFL Like-test bersumber pada soal-soal beberapa tahun sebelumnya dari International TOEFL test. Masa berlaku tes TOEFL berbeda- beda. International TOEFL test, masa berlakunya adalah dua tahun yang dapat diterima di seluruh universitas di dunia. International TOEFL test dapat digunakan untuk melamar beasiswa ke luar negeri. Bagi Institutional TOEFL Test, masa berlakunya hanya enam bulan, biayanya jauh lebih rendah, tidak dapat digunakan untuk mendaftar ke universitas di luar negeri tetapi dapat dipakai untuk melamar beasiswa ke luar negeri. TOEFL Like-Test tidak dapat digunakan untuk mendaftar ke universitas luar negeri, hanya untuk memenuhi persyaratan universitas tertentu di Indonesia.


Perbedaan Antara TOEFL iBT dan TOEFL ITP

      1.     Kemampuan yang Diujikan
Pada Official TOEFL (iBT) test, kemampuan yang diujikan meliputi reading comprehension, listening, writing dan speaking. Sedangkan, pada TOEFL ITP test, kemampuan berbahasa Inggris yang diujikan meliputi listening comprehension, structure and written expression, dan reading comprehension. Jadi, bisa dilihat bahwa ITP tidak menguji kemampuan berbicara secara aktif.

      2.     Rentangan Nilai
Pada TOEFL iBT, rentangan nilai yang diberikan adalah dari 0 sampai 120. Sedangkan dalam ITP, rentangan nilai ini masih dibagi dalam dua level berdasarkan tingkat kemampuan peserta tes. Level pertama (intermediate to advanced) memiliki rentangan skor dari 310 sampai 677. Lalu, level kedua (high beginning to intermediate) menggunakan rentangan nilai dari 200-500.

      3.     Biaya Pendaftaran
Biaya pendaftaran untuk TOEFL ITP adalah berkisar 350 ribuan. Sedangkan untuk TOEFL IBT sekitar USD $175 (2,3 juta). Biaya pendaftaran TOEFL IBT memang lebih mahal, dikarenakan IBT merupakan TOEFL Kelas Internasional yang bisa digunakan untuk kepentingan ke luar negeri.

      4.     Teknis Pelaksanaan
Pada TOEFL ITP, tes dilakukan secara tertulis. Selain itu, tes ini lebih fleksibel karena tes bisa diselenggarakan sendiri oleh instansi tertentu dengan menentukan jadwalnya sendiri. Dengan penyelenggaraan yang diatur sendiri, fasilitas dan staff pun bisa berasal dari institusi tersebut, sehingga akan lebih fleksibel dan dana tidak terlalu besar. Dalam hal penilaian, institusi tersebut bisa bekerja sama dengan institusi yang menjadi jaringan resmi dari ETS. Sedangkan pada TOEFL iBT, tes dilakukan secara online dengan pengawasan ketat terkait dengan materi serta persyaratan yang harus dipenuhi. Selain itu, tes ini diselenggarakan langsung oleh oleh ETS sehingga jadwal tidak bisa fleksibel karena harus mengikuti jadwal yang telah dibuat oleh ETS sejak jauh hari. Penilaian pun dilakukan lebih ketat karena dilakukan secara otomatis dan manual (diteliti oleh staff tertentu).

      5.     Tujuan dan Fungsi
Dari segi tujuannya, Official TOEFL test ini digunakan untuk melihat kemampuan seseorang dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk keperluan melanjutkan studi dan juga bekerja di negara lain yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam komunikasi. Dengan demikian, hasil dari tes ini diakui secara luas diberbagai institusi pendidikan dan instansi non-akademis. Tes ini bahkan menjadi salah satu prasyarat penting bagi orang yang ingin melajutkan pendidikan dan bekerja di luar negeri. Sedangkan ITP test, lebih digunakan secara intern dan tidak bisa digunakan secara luas layaknya official TOEFL test seperti iBT test. Umumnya, ITP test lebih digunakan sebagai syarat masuk dan kelulusan dari suatu institusi pendidikan tinggi. Selain itu, tes ini juga digunakan sebagai salah satu placement test. Beberapa institusi juga menggunakan ITP test untuk melihat perkembangan peserta didiknya dalam menggunakan Bahasa Inggris, terutama non-verbal. Hasil dari test ini juga dapat digunakan sebagai prasyarat untuk mengajukan beasiswa pendidikan.

      6.     Cara Pendaftaran
Pada TOEFL ITP, Anda bisa langsung datang ke lembaga bahasa disalah satu Universitas atau lembaga bimbingan belajar yang mengadakan TOEFL ITP. Setelah itu Anda mendaftar dan membayar biaya pendaftaran tes. Setelah jadwal ditentukan Anda diharapkan untuk datang tepat waktu. Sedangkan, untuk TOEFL IBT pendaftaran dapat dilakukan ditempat penyelenggaraan TOEFL IBT yang ada disetiap negara (biasanya ada di ibukota negara). Jika Anda tidak sempat untuk datang ke tempat penyelengaraan, Anda dapat mengunjungi website dari ETS (www.ets.org). Setelah masuk kedalam website, Anda diminta untuk membuat akun untuk tes TOEFL. Selanjutnya Anda mendaftar mengikuti tes dan membayar biaya pendaftraan dengan kartu kredit atau voucher. Setelah itu tes akan dijadwalkan.



Sumber :

http://www.geniusedukasi.com/apa-itu-toefl/
http://www.belajaringgris.net/perbedaan-official-toefl-ets-ibt-vs-toefl-itp-test-5779.html